" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > kenapa di indonesia shubuh datang lebih awal ? < / h3 > " , " isi " :[ " kenapa para ulama di indonesia tentu bahwa subuh itu datang lebih awal sementara di negara arab subuh anggap datang harus lebih siang ? " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " fri 4 august 2017 17 : 50  " , "  4 . 040 views  n " , " n " , " n " , " kenapa para ulama di indonesia tentu bahwa subuh itu datang lebih awal sementara di negara arab subuh anggap datang harus lebih siang ? " , " n " , " beda dalam tetap waktu sungguh memang sebab karena tetap itu sifat ijtihad . yang pakat bahwa subuh itu adalah fajar , u00a0 tetapi fajar itu kapan jadi ? sin para ulama beda dapat . " , " ada yang kata bahwa shubuh itu adalah ketika matahari masih belum terbit dan u00a0 masih ada di balik bumi kurang lebih 20 derajat . yang lain kata bukan 20 derajat , u00a0 tapi 19 derajat , u00a0 18 derajat dan terus . cara dalil nash memang tidak ada sebut tentang berapa derajat ini , u00a0 karena semua adalah ijtihad . " , " maka wajar kalau dalam ijtihad itu jadi beda dapat , gantung banyak hal dan salah satu gantung kondisi geografis . " , " tarik kalau kita baca tulis dr . thomas djamaluddin , ketua lap , u00a0 kait beda geografis ini . beliau menganalisa bahwa tebal atmosfer antara negeri kita di khatulistiwa dengan negeri - negeri di arab sana itu ada pengaruh dalam tetap apakah fajar itu sudah anggap terbit ketika posisi matahari masih minus 20 derajat matahari atau sudah 18 derajat . " , " turut pak thomas , tebal atmosfer itu yang buat para ulama beda dapat jadi beda dapat . " , " di wilayah khatulistiwa tebal atmosfer itu lebih tebal di wilayah lain yang jauh dari khatulistiwa . makin tebal atmosfer itu maka makin tinggi mampu dalam tangkap berkas cahaya matahari yang masih ada di balik bumi . balik , makin tipis atmosfir itu maka makin kurang mampu dalam tangkap berkas cahaya sebut . " , " tebal atmosfer yang beda ini bisa kita ibarat seperti ada dua gunung . gunung yang satu lebih tinggi dari gunung yang dua . saat matahari terbit di pagi hari , maka puncak gunung yang pertama itu akan dapat cahaya matahari lebih dahulu baru kemudian puncak gunung yang dua . " , " puncak gunung yang kena cahaya matahari lebih dahulu ini yang kita ibarat itu nama fajar . karena pada hakikat nya fajar itu adalah pantul sinar matahari yang tangkap pada atmosfer kita . " , " pada saat matahari belum terbit dan kita belum bisa lihat matahari di muka bumi , maka sinar matahari itu sudah bisa nampak kalau kita ada setinggi batas tebal atmosfer itu . dan lapis paling atas dari atmosfer yang sudah kena sinar matahari itu kalau kita lihat dari muka bumi itu yang sebut dengan fajar . u00a0 " , " makin tebal atmosfirnya maka makin cepat dalam tangkap sinar matahari walaupun matahari nya masih ada di balik bumi . balik makin tipis tinggi atmosfer itu , maka makin lambat dalam terima cahaya matahari . " , " karena indonesia ada di daerah khatulistiwa dan tebal atmosfer di khatulistiwa itu memang lebih tinggi dari daerah lain , maka orang - orang yang tinggal di indonesia akan lihat dapat fajar itu datang lebih cepat . balik negeri yang agak jauh dari khatulistiwa , karena tebal atmosfer yang lebih rendah , mereka lebih lambat dalam lihat berkas cahaya matahari yang tangkap pada lapis luar atmosfer nya . " , " maka wajar bila di indonesia subuh itu lebih cepat karena fajar lebih cepat lihat meski posisi matahari baru ada 20 derajat di bawah ufuk . dalam posisi seperti itu nyata sinar sudah tangkap lewat atmosfer kita yang tebal . " , " sementara di beberapa negara arab yang memang jauh dari khatulistiwa , maka tebal atmosfer mereka lebih rendah , sehingga nampak fajar datang belakang daripada di daerah khatulistiwa . " , " jadi kalau di indonesia subuh tetap ketika matahari masih minus 20 derajat , memang sangat masuk akal . sementara di negeri - negeri yang jauh dari khatulistiwa seperti di negeri arab sana itu , kalau subuh baru nampak ketika matahari sudah capai 18 derajat di bawah ufuk itu juga masuk akal . " , " yang tidak masuk akal bahwa di negeri yang tebal atmosfer ini paksa harus 18 derajat . juga lebih tidak masuk akal posisi matahari masih minus 20 derajat itu paksa di negeri subtropis yang jauh dari khatulistiwa ret beberapa negeri arab . " , " maka hitung para ulama di masing - masing negara itu sudah benar dan tidak ada yang salah . yang salah justru kalau paksa hasil hitung di negara lain untuk paksa di negara kita atau balik . " , " moga jelas sederhana ini bisa beri kita cerah dalam paham kenapa ada beda dapat dalam tetap kapan jatuh waktu fajar . yang kata minus 20 derajat kalau sebut untuk wilayah indonesia maka itu sudah tepat . yang kata minus 18 derajat kalau memang di daerah yang atmosfer lebih tipis itu juga sudah tepat . " , " sehingga tidak perlu ada ribut - ribut tengah kita gara - gara tidak paham duduk masalah . "
